Rabu, 02 Mei 2012

MENUTUP MATA


Aku terbaring lemah di atas ranjang peristirahatan
Tanganku terlipat menghimpit dari atas perutku
Kakiku kaku dan lurus menjulur ke bawah
Kulit-kulit putihku mulai dingin dan perlahan mengeras mengikuti waktu
Namun lantunan demi lantunan Asma-Mu senantiasa membisik di telinga kananku
Degup jantungku pun serentak mengikuti itu

Perlahan...
Kelopak mata mengatup menutupi bola mataku
Saat itu aku menutup mataku
Meninggalkan segenap keindahan dunia nan semu
Aku tak tau apa mata ini akan terbuka kembali
Apa jantung ini masih dapat berdegup "dag dig dug"...
Yang aku tau, aku tidur untuk mimpiku
Mimpi yang selalu menjadi hidupku

KONTROL JIWA MU

Menetes darah bercucuran merah
Mengaliri relung – relung dan pori – pori nadi
Hingga mendenyut lah seirama gendang
… dughh …dugghg ….dugg …
Itulah kerja jantung ku
Di tiap desah dan hembusan napas ku
Terlebih saat kita menyatu di satu rindu
Saat perpisahan kerana jemu
Tlah menjadi penyesalan bagi mu

Aku tahu isi hati mu
Aku tahu kerja otak mu
Aku juga tahu kuatnya otot mu
Hanya saja … aku tak tahu
Seberapa besar nafsu telah menguasaimu

Memang …
Mata di fungsikan sebagai penglihatan
Baik yang tampak dengan nyata
Maupun yang berupa hasutan setan penggoda
Tapi, ia tak kan dapat bekerja tanpa
Isyarat saraf utama yang berdiam dalam otak mu
Dan ia juga bukan pengontrol tingkah laku mu
Terlebih pengendali nafsu duniawi mu
Yang membirahi itu
Hanya imanlah yang memagari mu serta
Menjaga mu dalam kebesaran rahmat dan cinta-Nya yang Esa
Di sertai pula ibadah dan zikrullah yang tak terbata – bata
Sepanjang masa dan di segala alam manusia

PLAYBOY CAP IKAN KAKAP


Nada demi nada
Yang mengalir sepanjang pita suara,
Menyeru penuh irama hingga ke telinga …
Berbisik dengan serak,
Terdengar nama ku di sebutnya

“ … Bang Sayang Dik … “

Hhmmn…gombal !!!
Cetus bibir ku berucap
Demi menghindar jala perangkap
Milik si PLAYBOY Cap IKAN KAKAP