Aku terbaring lemah di atas ranjang
peristirahatan
Tanganku terlipat menghimpit dari atas
perutku
Kakiku kaku dan lurus menjulur ke bawah
Kulit-kulit putihku mulai dingin dan perlahan
mengeras mengikuti waktu
Namun lantunan demi lantunan Asma-Mu
senantiasa membisik di telinga kananku
Degup jantungku pun serentak mengikuti itu
Perlahan...
Kelopak mata mengatup menutupi bola mataku
Saat itu aku menutup mataku
Meninggalkan segenap keindahan dunia nan
semu
Aku tak tau apa mata ini akan terbuka
kembali
Apa jantung ini masih dapat berdegup "dag dig dug"...
Yang aku tau, aku tidur untuk mimpiku
Mimpi yang selalu menjadi hidupku

