Menetes darah
bercucuran merah
Mengaliri relung
– relung dan pori – pori nadi
Hingga mendenyut
lah seirama gendang
… dughh …dugghg
….dugg …
Itulah kerja
jantung ku
Di tiap desah dan
hembusan napas ku
Terlebih saat
kita menyatu di satu rindu
Saat perpisahan
kerana jemu
Tlah menjadi
penyesalan bagi mu
Aku tahu isi hati
mu
Aku tahu kerja
otak mu
Aku juga tahu
kuatnya otot mu
Hanya saja … aku
tak tahu
Seberapa besar
nafsu telah menguasaimu
Memang …
Mata di fungsikan
sebagai penglihatan
Baik yang tampak
dengan nyata
Maupun yang
berupa hasutan setan penggoda
Tapi, ia tak kan
dapat bekerja tanpa
Isyarat saraf
utama yang berdiam dalam otak mu
Dan ia juga bukan
pengontrol tingkah laku mu
Terlebih
pengendali nafsu duniawi mu
Yang membirahi
itu
Hanya imanlah
yang memagari mu serta
Menjaga mu dalam
kebesaran rahmat dan cinta-Nya yang Esa
Di sertai pula
ibadah dan zikrullah yang tak terbata – bata
Sepanjang masa dan di segala alam manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar