Jadi anak baru memang repot! Apalagi klo harus berurusan sama senior yang bawaannya gatel pengen nge-gencet junior. Jangan harap jadi eksis duluan kalau senior selalu menganggap kita nggak boleh ‘lebih’ dari mereka! Makanya kita diwajibkan untuk menuruti segala ‘aturan ilegal’ yang dibuat sama ‘petinggi’ sekolah. Uugh! Gimana sih biar terbebas dari gencetan ??
BEWARE !!
Memang nggak semua anak baru otomatis akan jadi ‘bulan-bulanan’ gencetan senior. Kadang kita sendiri nggak sadar kalau kita sering jadi ‘incaran’ senior. Perasaan sih, kita sudah berusaha jadi anak baru std yang nggak bikin ‘kesalahan’ dan narik perhatian senior. Tapi kenyataannya, kitalah victimnya! Sebenarnya, kita bisa kok terhindar dari gencetan in, asal kita tahu gejalanya lebih dulu saat kita masih diincar. Kita deteksi bareng-bareng yuk!
sering mendapat ‘tatapan horor’ dari senior, saat kita datang, pulang, atau jam istirahat sekolah. Bisa jadi senior sedang ngumpulin kesalahan kita, dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan ‘aksi’nya.
Senior mulai mencari tahu data diri kita melalui teman. Wah, berarti sudah serius ngincar tuh!
‘ditegor’ melalui teman. Kalau sudah sekali diperingatkan, lebih baik langsung jaga sikap.
Senior suka nongkrong ramai-ramai di pintu atau jendela kelas sambil menuding ke arah kita. Itu tanda senior lagi ‘ngenalin’ kita ke geng-nya.
BIAR BEBAS ‘RADAR’ SENIOR
Cara paling aman membuat ‘hidup nyaman’ selama jadi anak baru di sekolah, memang pintar-pintar menjaga diri Dari incaran senior. Kalau kita sudah tercatat sebagai anak baik-baik, senior juga nggak berani asal menggencet kita. Usaha jadi ‘anak baik’ nggak susah, kok. Ini caranya…
· Bergaul! Banyak berteman dengan lingkungan sekolah termasuk guru. Soalnya, mereka bisa melindungi kita Dari gencetan senior.
· Ramah. Pasang senyum dan sapa kakak kelas setiap bertemu. Tapi janagan sok asyik dan berlebihan, ya!
· Jangan bergaya berlebihan seperti pakai rok super mini atau full aksesoris. Daripada jadi sasaran senior, mending dipakai pas jalan ke MOL saja.
· ‘Ngumpet’ selama jam istirahat dan langsung pulang saat sekolah usai. Karena waktu istirahat dan pilang sekolah adalah saatnya senior mencari-cari kesalahan kita.
· Cari tahu rambu-rambu ‘ilegal’ di sekolah dan patuhi. Misalnya, kalau anak baru dilarang makan siang di kantin sementara ‘jatah’ istirahatnya di perpus dan harus rela bawa bekal buat makan siang, mendingan ikutan dulu.
· Cari tongkrongan ‘aman’. Daripada mengusik wilayah senior di sekitar sekolah, mending nongkrong di rumah temen terdekat aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar